1 Juli 2026
ISWI Fashion Academy Dorong Pengembangan Career
Jakarta, 20 Juni 2026 – ISWI Fashion Academy (Akademi Seni Rupa dan Desain ISWI Jakarta/ASRIDE ISWI Jakarta) bekerja s...
Jakarta, 20 Juni 2026 – ISWI Fashion Academy (Akademi Seni Rupa dan Desain ISWI Jakarta/ASRIDE ISWI Jakarta) bekerja sama dengan Perbanas Institute, Universitas Tarumanagara, dan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema "Gaji Adil, Produksi Lancar: Sistem Penggajian Berbasis Kinerja untuk Desainer, Penjahit, dan Finishing."
Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus ISWI Fashion Academy ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelaku UMKM fashion, dosen, anggota organisasi profesi, serta masyarakat umum. Selain peserta yang hadir secara luring, kegiatan juga diikuti secara daring melalui Zoom sehingga memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai daerah untuk memperoleh materi yang sama.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya manusia di industri fashion, khususnya terkait hubungan antara kompetensi, produktivitas, kontribusi, dan sistem penggajian berbasis kinerja.
Dalam sambutannya, Direktur ISWI Fashion Academy, Dra. Nani Sunarni, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah usaha fashion tidak hanya ditentukan oleh kualitas desain atau produk yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia secara profesional. Menurutnya, nilai sebuah produk fashion merupakan hasil kolaborasi berbagai profesi sehingga setiap kontribusi perlu dihargai secara adil sesuai kompetensi dan produktivitas yang diberikan.
Selanjutnya, Primadonna Ratna Mutumankam, S.E., M.B.A. dari Perbanas Institute memaparkan materi mengenai konsep sistem penggajian berbasis kinerja sebagai salah satu strategi meningkatkan motivasi kerja dan produktivitas sumber daya manusia. Materi ini memberikan pemahaman bahwa sistem kompensasi yang objektif dapat mendorong peningkatan kualitas kerja sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.
Materi praktis disampaikan oleh Fenny Saptalia, S.Pd., S.Ds., perwakilan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta, yang membagikan pengalaman dalam mengelola usaha fashion di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah bahwa fungsi desain merupakan aset strategis yang harus dipertahankan dan terus dikembangkan, karena desain yang baik akan menciptakan permintaan pasar, meningkatkan penjualan, serta menjaga keberlangsungan aktivitas produksi bagi seluruh tim, mulai dari pembuat pola, penjahit, hingga tenaga finishing.
Sebagai narasumber penutup, Dr. Jonnardi Mantari, S.E., M.M., CA., CPA. dari Universitas Tarumanagara memberikan wawasan mengenai pengelolaan bisnis dan pentingnya tata kelola usaha yang baik agar UMKM fashion mampu berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, produktif, dan berdaya saing.
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai strategi mempertahankan usaha di tengah perlambatan ekonomi, sistem penggajian yang adil, hingga pengembangan karier bagi tenaga kerja di industri fashion. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa topik pengelolaan sumber daya manusia masih menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pelaku industri fashion maupun UMKM.
Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah munculnya gagasan bersama mengenai perlunya penelitian lanjutan untuk menyusun standar kompetensi, sistem penggajian, dan career path profesi di industri fashion Indonesia. Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sumber daya manusia yang lebih profesional, meningkatkan produktivitas usaha, serta memperkuat daya saing industri fashion nasional.
Melalui kegiatan ini, ISWI Fashion Academy menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi profesi, dan dunia industri dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan industri fashion Indonesia.

Dra. Nani Sunarni, M.Pd. menyampaikan materi mengenai hubungan antara kompetensi, produktivitas, kontribusi, dan sistem penggajian dalam industri fashion.

Primadonna Ratna Mutumankam, S.E., M.B.A. dari Perbanas Institute memaparkan konsep sistem penggajian berbasis kinerja.

Fenny Saptalia, S.Pd., S.Ds. dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jakarta berbagi pengalaman praktis dalam mengelola usaha fashion.

Dr. Jonnardi Mantari, S.E., M.M., CA., CPA. dari Universitas Tarumanagara menyampaikan materi mengenai tata kelola bisnis dan pengembangan UMKM.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai pengelolaan sumber daya manusia dan sistem penggajian di industri fashion.

Peserta mengikuti kegiatan secara luring maupun daring melalui Zoom sebagai bentuk kolaborasi lintas institusi.